YAYASAN PENDIDIKAN DWITUNA
RAWINALA

Click here to edit subtitle

Pelayanan Pendidikan

Pelayanan Dini


Pelayanan Dini adalah program pendidikan bagi anak usia 0 - 6 tahun. Pada Pelayanan Dini, anak diajarkan mengenai konsep awal orientasi mobilitas. Potensi awal anak pun mulai diobservasi dan digali, untuk kemudian dikembangkan melalui program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anak

Pendidikan Dasar


Program Pendidikan Dasar dirancang dari 4 area pokok pendidikan fungsional, yaitu: to live, to work, to play dan to love. Melalui 4 area pokok pendidikan tersebut, anak diarahkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, dan didorong untuk mengeksplorasi kemampuan-kemampuan lainnya yang dapat menunjang proses kemandiriannya.

Pendidikan Lanjut


Pendidikan Lanjut atau Vocational Class adalah program pendidikan yang diberikan pada anak usia 14 - 18 tahun. Pada program lanjutan ini anak dilatih untuk mengembangkan ketrampilan bekerja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan, namun agar anak mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana

Sheltered Workshop


Sheltered Workshop adalah bengkel kerja tempat berlatih bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan lanjutan. Anak-anak yang masuk dalam kategori mampu latih akan diberikan ketrampilan yang sesuai dengan kemampuannya. Tujuannya adalah agar anak dapat memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pelayanan Asrama

Asrama Sekolah


Rawinala menyediakan layanan Asrama Sekolah bagi siswa/siswi yang tidak memiliki akses untuk melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari. Adapun konsep Asrama Sekolah bukan hanya sebagai tempat penitipan saja, namun juga sebagai sarana untuk mengembangkan ketrampilan kegiatan sehari-hari yang telah dipelajari anak di sekolah.

Asrama Perawatan


Rumah Perawatan Rawinala adalah tempat tinggal bagi Tunanetra Ganda dewasa yang sudah tidak memiliki keluarga. Di Rumah Perawatan ini konsep yang dikembangkan adalah konsep kekeluargaan dimana setiap individu memiliki peran dalam pekerjaan rumah tangga sehari-hari. Penghuni Rumah Perawatan dibantu oleh beberapa orang asisten tambahan bekerja sama dalam membangun lingkungan rumah tinggal yang fungsional dan bahagia.

Sejarah

Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala adalah sebuah lembaga yang melayani kebutuhan pendidikan penyandang Tunanetra Ganda, Yang dimaksud dengan Tunanetra Ganda adalah kondisi dimana setiap penyandangnya memiliki dua atau lebih hambatan, dengan hambatan utama pada penglihatan (buta atau low vision). Misalnya: Buta dan tuli, buta dan retardasi mental, buta dan hambatan fisik, dan lain sebagainya. Oleh karena jenis hambatannya, maka penyandang Tunanetra Ganda sulit mendapatkan layanan pendidikan di Sekolah Luar Biasa, yang hanya melayani satu macam hambatan saja.


Didorong oleh kebutuhan dan kesadaran akan pentingnya bidang pendidikan bagi penyandang tuna netra ganda, pada tahun 1973 dibentuklah Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala oleh beberapa aktifis Gereja Kristen Jawa. Namun, menyadari bahwa kecacatan adalah merupakan masalah yang universal, maka Rawinala membuka kesempatan bagi siapa saja, tanpa membedakan latar belakang dan status sosial orang tersebut.


Nama Rawinala berasal dari Bahasa Jawa Kuno yang berarti cahaya hati, yang artinya walaupun mereka tidak dapat melihat, namun mereka dapat ‘melihat’ melalui indera lainnya termasuk juga hati dan perasaannya.

Visi

Menjadi pusat unggulan pelayanan menyeluruh bagi tunaganda netra di Indonesia

Misi

Menyelenggarakan pendidikan, pengasuhan dan pengembangan yang berkualitas bagi tunaganda netra melalui profesionalitas lembaga, sarana dan jejaring

Moto

Berikan hati dan tanganmu untuk melayani