Sejarah Rawinala

Didorong oleh kebutuhan dan kesadaran akan pentingnya bidang pendidikan bagi penyandang tunaganda netra, pada tahun 1973 dibentuklah Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala oleh beberapa aktivis Gereja Kristen Jawa. Menyadari bahwa kecacatan adalah masalah universal, Rawinala membuka kesempatan bagi siapa pun, tanpa membedakan latar belakang dan status sosial orang tersebut.

Rawinala dalam bahasa Jawa kuno berarti cahaya hati, bahwa mereka yang tidak dapat melihat, masih dapat "melihat" melalui indera lainnya, juga hati dan jiwanya.

Motto

Berikan hati dan tanganmu untuk melayani

Visi

Menjadi pusat unggulan pelayanan menyeluruh bagi tunanetra ganda di Indonesia

Misi

Menyelenggarakan pendidikan, pengasuhan, dan pengembangan yang berkualitas bagi tunanetra ganda melalui profesionalitas lembaga, sarana, dan jejaring

Susunan Kepengurusan

Periode 2016-2020
Pembina Pdt. Kadarmanto Hardjowasito
Ny. Maryono Idris Sunarmo
Ny. Moelarsih D. Purwanto
Pengawas Gatot Pudjantojo
Budi Sukamto
Sri Udaneni
Pengurus Utama
Ketua Dwihardjo Sutarto
Priyatmedi
Endang Hoyaranda
Sekretaris Mintardi
Supriatmo
Bendahara Dharmawati I. Basuki
Maria Eti Martati
Penggalangan Dana Andrew Suryadi
Kepatuhan dan Kerjasama Abimanyu Suharto
Santo Hoyaranda
Komunikasi Titi Juliasih
Sri Hariningsih
Proyek dan Pemeliharaan Yacobus Manafe
Satrio Wibowo
David Tirtonegoro
Training Center Ruth Kadarmanto
Hesti Kusworini